RSS

Tampilkan postingan dengan label Mata Kuliah Semester IV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mata Kuliah Semester IV. Tampilkan semua postingan

ARCHAEOBACTERIA DAN EUBACTERIA

A. Prokaryot
Prokaryot adalah organisme paling banyak yang ada di bumi, yang paling awal muncul, mereka adalah bentuk pertama dari kehidupan. Prokaryot adalah organisme bersel tunggal yang tidak mempunyai membran nukleus.
Prokaryot mempunyai beberapa ciri-ciri yaitu:
1. Tidak mempunyai membran nukleus.
2. Mempunyai ribosom yang berada dengan eukaryot.
3. Hampir semua prokaryot lebih kecil dari eukariyot yang paling kecil.
4. Bersel tunggal (uniseluler).
Dengan membandingkan ribosom RNA, Para ilmuan telah menemukan bahwa ada 2 tipe yang berada dari prokaryot, yaitu: Archaeobacteria dan Eubacteria (bakteri).

B. Archaeobacteria
Ada tiga kelompok dari Archaeobacteria, yaitu methanogens, halophiles, dan thermophiles.
1. Ciri-ciri Archaeobacteria
Archaeobacteria memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
a. Sel bersifat prokaryotik.
b. Lipida pada membran sel bercabang.
c. Tidak memiliki mitokondria, reticulum endoplasma, badan golgi, dan lisosom.
d. Habitat di lingkungan bersuhu tinggi, bersalinitas tinggi, dank asam.
e. Berukuran 0.1 m sampai 15 m, dank beberapa ada yang bebrbentuk filamen dengan panjang 200 m.
f. Dapat diwarnai dengan pewarnaan Gram.

2. Habitat Archaeobacteria
Biasanya Archaeobacteria dikelompokkan berdasarkan habitatnya, yaitu:
a. Halophiles, yaitu lingkungan yang berkadar garam tinggi.
b. Methanogens, yaitu lingkungan yang memproduksi methan.
c. Thermophiles, yaitu lingkungan yang mempunyai suhu tinggi.
3. Bentuk Archaeobacteria
Archaeobacteria berukuran dari 0,1 m sampai 15 m, dan ada beberapa Archaeobactaria yang berbentuk filamen mencapai panjang 200 m. Bentuk-bentuk Archaeobacteria bervareasi, seperti bentuk bola, batang, spiral, cuping, dank empat persegi panjang.
4. Klasifikasi Archaeobacteria
Menurut Woese, Kandler dank Wheelis, 1990, Archaeobacteria dibagi menjadi beberapa phylum, yaitu:
a. Phylum Grenarchaeota
b. Phylum Euryarchaeota
c. Halobacteria
d. Methanococci
e. Methanophyri
f. Archaeoglobi
g. Thermococci
h. Thermoplasmata
i. Phylum Korarchaeota
j. Phylum Nanoarchaeota
5. Struktur Archaeobacteria
Dinding sel Archaebacteria tidak mempunyai peptidoglikan, dinding selnya tipis, jika dikelompokkan berdasarkan pewarnaan Gram (Gram stain) maka Archaeobacteria termasuk bakteri Gram negatif.


C. Eubacteria (Bakteri)
Awalan Eu pada kata Eubakteria berarti sesungguhnya. Jadi, Eubakteria yaitu bakteri yang sesungguhnya.
• Ciri-ciri Eubacteria
Ciri-ciri Eubacteria yaitu:
a. Bersel tunggal, prokariotiktidak berklorofil.
b. Bersifat heterotrof
c. Ukuran tubuh 1-5 mikron
d. Reproduksi vegetatif dengan membelah diri dan generatif dengan paraseksual
• Struktur Anatomi Eubacteria
Struktur selnya terdiri atas:
a. Bagian sel sebagai penutup sel.
b. Bagian sitoplasma.
• Klasifikasi Eubacteria
Bakteri dapat diklasifikasikan beberapa cara :
a. Bardasarkan cara mendapatkan makanannya
1. Bakteri heterotrof
Bakteri yang hidupnya tergantung pada organisme lain dalam hal pemenuhan zat organic sebagai sumber karbon ( C ).
Dibedakan menjadi 2, yaitu :
a) Bakteri saprofit, hidup dari zat-zat organic yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup atau sampah.
b) Bakteri parasit, hidup di dalam tubuh makhluk hidup atau bahan-bahan dari tubuh inangnya. Dibedakan menjadi :
1) Bakteri parasit fakultatif, dapat hidup sebagai saprofit.
2) Bakteri parasit obligat, hanya mutlak sebagai parasit.
3) Bakteri pathogen, menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia.


2. Bakteri autotrof
Bakteri yang mampu menyusun makanan sendiri dengan sumber karbon yang berasal dari senyawa anorganik ( CO2 atau karbonat ).
Dibedakan menjadi :
a) Bakteri fotoautotrof, energi untuk sintesis berasal dari cahaya. Contoh bakteri ungu dan bakteri hijau.
b) Bakteri kemoautotrof, energi untuk sintesis makanan berasal dari reaksi-reaksi kimia. Contoh : Nitrosococcus, Nitrosobacter, dan Nitrosomonas.

b. Berdasarkan kebutuhan oksigen pada waktu respirasi
1. Bakteri aerob.
Bakteri yang memerlukan oksigen bebas dalam kehidupannya. Contoh: Nitrosococcus dan Nitrosomonas.
2. Bakteri anaerob
Bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas dalam kehidupannya. Contoh :Clostridium tetani ( anaerob obligat ), Escherichia coli ( anaerob fakultatif ).

c. Berdasarkan jumlah dan kedudukan flagella
a) Atrik : tidak mempunyai flagela.
b) Monotrik : mempunyai flagella pada satu ujungnya.
c) Lofotrik : mempunyai sejumlah flagella pada salah satu ujungnya.
d) Amfitrik : mempunyai sejumlah flagella pada kedua ujungnya.
e) Peritrik : mempunyai flagella pada semua permukaan tubuh.

d. Berdasarkan bentuknya
1. Kokus ( Coccus ), bentuk bulat seperti bola, dibedakan atas :
a) Monococcus, tersusun satu-satu. Contoh : Monococcus gonorhoe.
b) Diplococcus, bergandengan dua-dua. Contoh : Diplococcus pneumoniae.
c) Tetracoccus, bergandengan empat-empat.
d) Sarcina, bergerombol membentuk kubus.
e) Staphylococcus, bergerombol membentuk buah anggur. Contoh : Staphylococcus aureus.
f) Streptococcus, bergandengan membentuk rantai.
2. Basil ( bacillus ), bentuk batang ( silinder ), dibedakan atas :
a. Diplobacillus, bergandengan dua-dua. Contoh : Salmonella typhosa.
b. Streptobacillus, bergandengan membentuk rantai. Contoh : Azetobacter.
c. Monobacillus, tunggal ( satu-satu ). Contoh : Eschericia coli.
3. Spiral ( spirillum ), bentuk spiral ( lengkung ), dibedakan atas :
a. Vibrio ( bentuk koma ), lengkung kurang dari setengah lingkaran. Contoh : Vibrio cholerae.
b. Spiral, lengkung lebih dari setengah lingkaran. Contoh : Spirochaeta pallidum.
• Reproduksi Eubacteria.
a) Reproduksi bakteri pada umumnya aseksual, yaitu dengan pembelahan biner.
b) Reproduksi secara seksualnya yaitu dengan cara paraseksual.
Ada 3 cara proses paraseksual, yaitu :
a. Transformasi
b. Konjugasi
c. Transduksi

D. Bakteri dan Manusia
1. Bakteri dan Kesehatan
Ilmu yang mempelajari penyakit disebut patologi. Bakteri penyebab penyakit disebut patogen. Beberapa bakteri menyebabkan penyakit dengan memproduksi racun yang disebut toksin.
Toksin dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
a. Eksotoksin adalah toksin yang dibuat dari protein.
b. Endoktoksin adalah toksin yang dibuat dari lemak dan karbohidrat yang tergabung dengan membran luar dari bakteri gram negativ.

2. Peranan Bakteri bagi Kehidupan
a. Bakteri yang menguntungkan
1. Bakteri yang bermanfaat dalam produksi bahan makanan
a. Acetobacter, untuk membuat asam cuka.
b. Lactobacillus sp, untuk membuat terasi.
2. Bakteri penghasil antibiotic
a. Streptomyces griceus, penghasil streptomisin.
b. Streptomyces aurefacien, penghasil aureomisin.
3. Bakteri penyubur tanah
a) Rhizobium leguminosarum bersimbiosis pada akar tanaman kacang-kacangan dan dapat mengikat nitrogen.
b) Nitrosomonas dan Nitrosococcus, dapat mengubah ammonia menjadi nitrit, dan Nitrobacter, dapat mengubah nitrit menjadi nitrat.

b. Bakteri yang merugikan
1. Pada manusia
Beberapa bakteri yang menyebabkan penyakit
Nama Bakteri Penyakit Bentuk Tempat Infeksi
Clostridium tetani Tetanus Batang Otot
Mycobacterium leprae Lepra Batang Kulit
Salmonella typhosa Tipus Batang Usus halus

2. Pada hewan
a. Actynomices bovis : bengkak rahang pada sapi.
b. Bacillus anthraxis : penyakit antraks pada ternak
3. Pada tanaman
a. Xanthomonas oryzae : menyerang pucuk batang padi.
b. Pseudomonas solanacearum : layu pada terung-terungan.
4. Yang merusak bahan makanan
a. Acetobacter : merubah etanl ( alcohol ) menjadi asam cuka sehingga merugikan perusahaan anggur.
b. Pseudomonas : membentuk asam bongkrek ( racun ) pada tempe bongkrek.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BIOLOGI BAGI KEHIDUPAN


A.   Objek Biologi
Biologi merupakan ilmu tentang makluk hidup . biologi termasuk salah satu ilmu tertua yang telah dikenal sejak zaman prasejarah. Ilmu ini dapat di bagi menjadi beberapa cabang ilmu, antara lain botani, zoologi, morfologi, dan fisiologi, kajian biologi telah meluas ke ilmu –ilmu lain sehingga melahirkan beberapa cabang ilmu baru seperti biokimia dan biofisika
Makhluk hidup didunia ini banyak macam dan jenisnya, sehingga kesulitan untuk mempelajari. Untuk memudakan mengenal dan mempelajarinya maka diciptakanlah suatu sisitem pengelompokan (Klasifikasi makhluk hidup).
Sistem klasifikasi tersebut mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Mulai dari sisitem 2 kingdom, sisitem 3 kingdom, sisitem 4 kingdom, sisitem 5 kingdom dan sisitem 6 kingdom.
1.      Konsep-Konsep  Tentang Asal Mula Kehidupan
Ada beberapa  konsep tentang asal muasal kehidupan
a.      Kehidupan asalnya dari lautan
Di biosafer terdapat bermacam-macam materi yang mengandung energi yang berasal dari lereng gunung , lembah yan mengalir terbawa arus air yang mengalir ke sungai yang akhirnya menuju kelaut.
Di lautan tekumpul materi yang berupa zat –zat kimai berupa unsur-unsur karbon(C), hydrogen(H2), Oksigen (O2),dan Nitrogen (N2). Dengan adanya gelembung larutan unsure-unsur tersebut terjdi raksi kimia dan pada suhu tertentu akan mengahasilakan zat hidup yang berupa protein. Zati itu selanjutnya akan mengalami evolusi yang akan menjelma menjadi makhluk hidup. Makhluk hidup yang masih sangat sederahana yang disebut virus.
b.      Kehidupan asalnya dari udara
Teori ini telah dibuktikan oleh Prof.Urey di bantu oleh aistensinya Stanly Miller. Torinya disebut teori Urey dan percobanya disebut percobaan Miller.
Senyawa-senyawa kimia yang ada dilapisan atas biosfer apabila terkana panas akan menguap. Di atmosfer terkumpulnya uap, hydrogen, nitrogen,oksigen dan karbon. Pada saat trjadinya halilintar yang meruupakan energy listrik alam, menyebabkan uap-uap tadi dapat berhubungan dan terjadi reaksi kimia. Hasil dari reaksi tersebut adalah zat yang berupa protei. Zat tersubut pada keadaa suhu tertentu akan menjelma menjadi zat hidup selenjutnaya berkembang menjadi makhluk hidup.
2.      Teori asal-usul kehidupan
a.      Teori abiogenesis (generatio spontanea)
Pada abad ke-17 Aristoteles menyatakan bahwa makhul hidup itu terjadi dengan mandadak untuk secara spontan (abiogenesis atau generation spontanae). Teori ini didukun oleh Leeunwenhook (pencinta mikroskop). Secara kebetulan leeuwenhook  mengambil air yang didalamya air tersebut ditemukan organisme hidup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa makhluk terjadi begitu saja berasal dari benda mati.
b.      Teori biogenesis
Teori ini tokohnya adalah Lazzaro Spallanzani, Franncisco redi, dan Lousi Pasteur. Teori ini berhasil menggugarakan teori abiogenesis. Teori biogenesis mengemukakan bahwa makhluk hidup bersal dari makhluk hidup lain.
      Semboyanya “omne vivum ex ovo, omne vivium ex vivo” yang atrinya kejadian makhluk hidup bersal dar telur, kejadian makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang sudah ada.
Pada percobaan F.Redi memggunakan daging. Ternyata hasilnya botol I (daging tutup rapat ) tidak ada mikroba, botol II ( ditutup dengan kain kasa) ada sedikit mikroba, Botol III ( daging tidsk diitutup) hasilnya banyak mikroba.
Louis Pasteur mengadakan percobaan dengan air kaldu yang ditempatkan pada labu berleher angsa, hasil percoabaannya sama dengan apa yang dilakukan F.redi, yaitu menolak teori abiogenesis.
3.      Organisme Kehidupan
A.     Sel
1.      Teori sel
Sejak menemukan mikroskop sedrhana oleh Antonie Van Leeuwenhook (1623-1723) pada abad ke-16, penelitian di bidang biologi semakin berkembang pesat yaitu:
a.       Theorodon Schwan (1810-1882) mengemukkan bahwa sel merupakan struktur terkecil dari hewan.
b.      Mathias Jacob Schleiden (1804-1881) menyatakan bahwa sel adalah struktur terkecil dari tumbuhan.
Kedua teori yang dikenal sebagai teori sel itu menjadi pedoaman bagi penelitin biologi modern. Selain Schwan dan Scleiden, tokoh yang berjasa didalam pengemmbangan ilmu biologi,
2. Bagian-bagian sel
a.      Selaput plasma dan diding sel
Selaput plasma terdiri dari dua lapisan lipoprotein yaitu:
1.      Lapisan luar terdiri dari protein yang mudah dilalui oleh molekul-molekul zat kimia
2.      Lapisan dalam terdiri dari lemak (lipid) yang bersifat selektif (memilih) terhadal moleku-molukul zat kimia dan hanya molekul yang dapat larut dalam lemat saja yang dapat masuk.
Fungsi selaput plasma mengatur trsnsportasi zat-zat dari sel ke sel.
      Diding sel terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel dan merupakan hasil proses hidup dari protoplasma. Dinding sel prima adalah diding sel yang dibentuk sewaktu sel membelah, dan setelah sel mengalami penebalan berubah menjadi diding sekunder.
Diding sel berfungsi untuk:
1.      Melindungi bagian sel yang berada di dalamnya
2.      Sebagian jalan masuk dan keluar air beserta zat-zat yang telarut.
3.      Member bentuk sel dan memperkukuh sel.
4.      Bersama-sama vakuola berperan dalam menjaga turbiditas sel
b.      Sitoplasma
Cairan yang dibatasi oleh selaput plasma dan terletak diluar inti sel. Didalam sitoplasma ini terjadi proses kehidupan yang penting. Pada sitoplasma ini terdapat organel-organel sel, antara lain:
1.      Retikulum Endoplasma
Saluran yang menhubungkan initi sel dengan inti sel.
2.      Ribosom
Sebagai tempat terjadinya sintetis protein.
3.      Mitokondria
Tempat trjadinya respirasi sel, untuk menghasikan energy.
4.      Badan golgi
Berfungsi untuk alat pengeluaran limbah atau zat-zat dari sel.


5.      Lisosom
Berperan dalam membunuh kuman penyakit, yang menyerang sel (alat pertahanan)
c.       Inti sel
Terletak didalam sitoplasma dibatasi oleh selaput inti/diding inti. Didalamya terdapat cairan yang disebut nukleoplaasma dan butir-butir inti (nukleous). Inti sel berperan sebagai pusat pengaturan segala proses yang terjadi didalam sel.
  B. jaringan
            Yaitu kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan pada hewan terdiri dari:
1.      Jaringan epitel
Berfungsi melapisi berbagai rongga atau diseluruh tubuh dan membentuk kulit yang membugkus tubuh.
2.      Jaringan ikat
Berfungsi mengikat dan menghubungkan antar jaringan.
Jaringan ranka/tulang.
Berfungsi menyokong, melindungi tubuh, dan menjadi alat gerak.
·        Jaringan darah
Berfungsi mengederkan zat makanan dan oksigen maupun mengakut sisa metabolisme ke alat pengeluaran
·        Jaringan saraf
Berfungsi mengoordinasikan dan meneruskan rangsangan (stimulus)
·        Jaringan saraf
Berfungsi bersama dengan jaringan tulang mendukung fungdi gerak.

Jaringan pada tumbuhan terdiri dari:
1.       Jaringan empidermis
Berfungsi melindungi permukaan tubuh tumbuhan
2.      Jaringan mesofil
Berfungsi membuat makanan dengan proses fotosintesis
3.      Jaringan parenkrim (dilengkapi plastid)
Plastida yang terkena cahaya matahari sebagai tempat fotositesis. Plastida yang tidak terkana cahaya matahari sebagai cadangan makanan.
4.      Jaringan pembuluh (berupa xylem dan flom)
Xylem berfungsi mengankut air Dan garam-garam mineral dari akar ke daun floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh.
5.       Jaringan meristem
Berfungsi menghailkan sel-sel baru untuk pertumbuhan.
C. Organ
            Merupakan stuktur tubuh yang kompleks yang terdiri dari kumpulan jaringan.
1.      Organ pada hewan
Deibedakan menjadi 2.
a)      Organ luar misalnya: tangan kaki, hidung, mulut, telinga dan mata.
b)      Organ dalam, misalnya : hati, ginjal usus, jantung paru-paru saraf.
2.   Organ pada tumbuhan
            a. Akar
berfungsi menyerap air dan zat-zat makanan, memperkukuh berdirinya batang mentimpan cadangan makanan, dan alat perkembanganbiakan vegetative.
b. Batang
Berfungsi sebagai tempat tumbuhnya daun, alat penyimpanan cadangan makanan, alat perkembangan vegetative, alat transportasi zat makanan dari akar kedaun dan hasil asimilasi dari daun keseluruh bagian tumbuhan.
c. Daun
berfungsi sebagai tempay fotosintesis, tempat penyimpanan makanan, alat perkembangbiakan vegetative (pada tumbuhan tertentu), alat penguapan, dan alat respirasi.
d. Bunga
berfungsi sebagai alat pembentuk sel kelamin.
e. Buah
berfungsi menghasilkan biji yang mengandung embrio atau lembaga sebagai alat perkembangbiakan bagi tumbuhan.
D.    Sistem organ
Yaitu kelompok berbagai organ yang berkerja sama untuk melakukan fungsi tetentu. Sisitem organ akan membentuk organisme (individu).
Contoh sistem organ yaitu.:
1.      Sistem peredaran darah tersususan atas organ jantung, pembuluh darah, dara.
2.      Sistem pernapasan tersusun atas organ hidung, tenggorokan paru-paru.
E.     Indvidu (organisme) terbentuk dari bebrapa system organ.
Individu (organisme) tidak ada  yang bias menyendiri, semua beriteraksi untuk sering berhubungan. Contoh individu atau organisme, yaitu seeoker kambin, sebatang pohon kepala,
F.      Populasi
Merupakan kelompok individu dari satu sepesies yang menduduki arael tertentu.Tempat tinggalnya disebut habitat.contoh poopulasi.,yaitu populasi manusia di Surakarta.
G.    Komunitas
Merupakan populasisemua macam spesies yang menduduki suatu habitat.
H.    Ekosistem
Ekosistem adalah sistem yang dibentuk di suatum daerah, di mana komponen makhluk hidup dengan lingkungannya terdapat hubungan timbale balik atau saling mempengaruhi atau sebagai satu kesatuan yang utuh.
I.       Bioma
Bioma merupakan masyarakat umum dari kehidupan organisasi yang mencapai klimaks dalam suatu wilayah dipermukaan bumi ini, seperti tundra (kehidupan padang lumut), savanna (kehidupan dipadang rumput).

B.   Cabang-cabang Biologi
1.      Botani        : mempelajari mengenai tumnuhan.
2.      Zoology      : mempelajari mengenai hewan.
3.      Evolusi       : mempelajari perubahan makhluk hidup dari masa ke masa         dalam waktu yang lama dan sangat lambat.
4.      Embriologi  : mempelajari perkembangan makhluk hidup mulai dari telur sampai dewasa.
5.      Genetika     : mempelajari cara penurunan sifat-sifat orang tua kepada keturunannya.
6.      Klasifikasi   : mempelajari cara mengadakan pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kelas-kelas tertentu.
7.      Taksonomi : mempelajari makhluk hidup berdasarkan takson-takson atau kelompok tertentu.
8.      Anatomi     : mempelajari susunan dalam dari tubuh makhluk hidup.
9.      Fisiologi      : mempelajari kefaalan (gejala hidup) dari makhluk hidup.
10.  Morfologi   : mempelajari susunan bentuk luar dari makhluk hidup.
11.  Bakteriologi: mempelajari mengenai bakteri.
12.  Palaentologi: mempelajari peninggalan-peninggalan zaman purbakala.
13.  Ekologi       : mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
14.  Bioteknologi           : mempelajari rekayasa genetika.
15.  Teralogi                  : mempelajari tentang cara perkembangan embrio.

C.   Peran Biologi
Sebagai ilmu pengetahuan, biologi tidak berdiri sendiri melainkan erat hubungannya dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain, bahkan besar peranannya bila dikaitkan dengan kebutuhan manusia.
Peran modern mampu membuka tabir rahasia alam yang banyak dijumpai dalam alam kehidupan dan sangat berguna baginkemajuan dan kesejahteraan manusia.
Peranan biologi terhadap ilmu-ilmu lain, yaitu biologi sebagai ilmu pengetahuan stentu tidak dapat berdiri sendiri melainkan berhubungan erat dengan ilmu-ilmu lain.
 






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

METODOLOGI PENELITIAN

Menurut tujuannya, penelitian dapat dikelompokkan menjadi penelitian murni dan terapan. Gay ( 1977 ) menyatakan bahwa sebenarnya sulit untuk membedakan antara penelitian murni ( dasar ) dan terapan secara terpisah, karena keduanya terletak pada satu garis kontinum. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang bersifat praktis. Penelitian dasar pada umumnya dilakukan pada laboratorium yang kondisinya terkontrol dengan ketat. Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis. Jadi penelitian dasar berkenaan dengan penemuan prinsip-prinsip itu. Contoh penelitian murni: pengaruh pemberian stimulus terhadap respon pada binatang. Hasil penelitian ini kemudian diterapkan pada manusia, misalnya pengaruh pemberian intensif terhadap perilaku kerja.
Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan itu dilandasi oleh metode keilmuan. Menurut Jajan S. Suriasumantri ( 1978 ) metode keilmuan ini merupakan gabungan antara pendekatan rasional dan empiris.[1]
Penelitian ada beberapa jenis
1. Menurut Penggunaannya
Jenis penelitian bila dilihat dari segi penggunaannya dapat digolongkan menjadi:
i) Penelitian dasar atau penelitian murni ( pure research ) LIPI memberi definisi sebagai berikut. Penelitian dasar adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian itu tidak segera dipakai namun dalam waktu jangka panjang juga akan terpakai.
ii) Penelitian terapan ( applied research )
Batasan yang diberikan LIPI adalah:
Penelitian terapan ialah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis. Misalnya penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang berjalan, penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau administrator.
Dilihat dari segi tujuannya, penelitian terapan berkepentingan dengan penemuan-penemuan yang berkenan dengan aplikasi dan sesuatu konsep-konsep teoritis tertentu.
2. Menurut Metodenya
Jenis penelitian dilihat dari segi metodenya adalah sebagai berikut :
i) Penelitian Historis
ii) Penelitian Filosofis
iii) Penelitian Observasional
iv) Penelitian Ekspremental
3. Menurut Sifat Permasalahannya
Sesuai dengan tugas penelitian itu untuk mmemberikan, menerangkan, meramalkan dan mengatasi permasalahan atau persoalan-persoalan, maka penelitian dapat pula digolongkan dari sudut pandangan ini. Sehingga penggolongan ini bisa mencakup penggolongan yang disebut terdahulu. Berdasarkan penggolongan ini dapat dipilih rancangan penelitian yang sesuai. Ada delapan jenis penelitian itu yakni:
i) Penelitian Historis
ii) Penelitian Deskriptif
iii) Penelitian Perkembangan
iv) Penelitian kasus dan Penelitian lapangan
v) Penelitian Korelasional
vi) Penelitian Kausal-Komparatif
vii) Penelitian Ekspremental
viii) Penelitian Tindakan
1) Penelitian Historis
Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau itu.
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar dikendalikan. Maka tingkat kepastian pemecahan permasalahan dengan metode ini adalah paling rendah. Data yang dikumpulkan biasanya hasil pengamatan orang lain seperti surat-surat arsip atau dokumen-dokumen masa lalu. Penelitian seperti ini jika ditujukan kepada kehidupan pribadi seseorang, maka penelitian disebut penelitian biografis.
2) Penelitian Deskriptif
Penelitian deskripsi berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu.
Misalnya: penelitian yang dilakukan mahasiswa untuk menyusun tesis memperoleh gelar sarjana kependidikan di IKIP, biasanya adalah penelitian deskriptif, seperti penelitian mengenai kemunduran prestasi belajar siswa, kemunduran rasa tanggung jawab.
3) Penelitian Perkembangan
Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi dari waktu.
Kekhususan:
(1) Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangannya selama jangka waktu tertentu. Meneliti pola-pola pertumbuhan, laju, arah, dan urutan perkembangan dalam beberapa fase.
(2) Penelitian ini umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal. Dan biasa dilakukan oleh peneliti ahli dengan fasilitas cukup.
4) Penelitian kasus dan Penelitian lapangan
Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan.
kekhususan
(1) Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan ( unit ) secara mendalam, sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit itu. Kasus bisa terbatas pada satu orang saja, satu keluarga, satu daerah, satu peristiwa atau suatu kelompok terbatas lain.
(2) Selain penelitian hanya pada suatu unit, ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas, dari ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya, yang terpusat pada spek yang menjadi kasus. Biasanya penelitian ini dengan cara longitudinal.
5) Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih.misalnya, apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka.
6) Penelitian Kausal-Komparatif
Penelitian untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki.
Misalnya : sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja.
Kekhususan
(1) Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi ( penelitian bersifat ex post facto ).
(2) Suatu gejala yang diamati, diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau.
7) Penelitian Ekspremental
Penelitian dengan melakuakn percobaan terhadap kelompok-kelompok ekspremen. Kepada tiap kelompok ekspremen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat dikontrol.
Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok ekspremen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. Misalnya, hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar. Penerapan tiap metode dicobakan terhadap kelompok-kelompok coba. Pada akhir percobaan prestasi belajar tiap kelompok dievaluasi.
8) Penelitian Tindakan
Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. Misalnya, meneliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah.
Penelitian pengembangan keterampilan mengisi program B kurikulum SMA 1984.
Kekhususan
(1) Dipersiapkan untuk kebutuhan praktis yang berkaitan dengan dunia kerja.
(2) Penelitian didasarkan pada pengamatan aktual dan data tingkah laku. Menyiapkan program kerja untuk pemecahan masalah.
(3) Bersifat fleksibel, dapat diadakan perubahan selama proses penelitian bila dianggap penting untuk pembaruan ( inovasi ).
4. Menurut Bidang Ilmu
Ragam penelitian ditinjau dari bidangnya adalah: penelitian pendidikan (lebih lanjut lagi pendidikan guru, pendidikan ekonomi, pendidikan kesenian), ketekhnikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan, dan sebagainya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS